The Dark Knight Rises
Batman versi Nolan lebih realistis dan lebih gelap, bahkan bila dibandingkan dengan versi Tim Burton. Terlebih bila dibandingkan versi Joel Schumacher yang penuh warna.
Versi Tim Burton adalah gothic, gelap dan bernuansa tahun 50'an. Namun, yang membuat versi Nolan lebih baik adalah karena "kegelapan" dan "kedewasaan" bukan hanya sekadar gimmick atau aksesori, melainkan juga karena memiliki "hati".
Nolan menaruh "hati"-nya dalam menampilkan sosok Batman yang kompleks. Batman adalah simbol dualitas. Di satu sisi dia adalah Bruce Wayne, seorang multi milyuner, kapitalis, serta pebisnis yang sedari kecil hidup nyaman dalam lingkungan serba berkecukupan. Bruce Wayne tidak perlu lagi memikirkan apa yang akan ia makan besok. Tinggal menjentikan jari dan menyuruh pelayannya, Wayne akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Sebuah karakter impian semua orang.
Namun, Wayne juga menyimpan kepedihan. Orang tuanya meninggal tepat di hadapannya sewaktu ia masih kecil. Suatu kejadian yang membuatnya menjadi penyendiri, sinis dan anti sosial. Wayne menjadi sangat kritis terhadap kemapanan. Suatu hal yang ironis karena ia sendiri hidup dalam kemapanan. Wayne akhirnya menemukan karakter Batman, sebuah karakter yang memungkinkan ia menyalurkan kritiknya terhadap masalah sosial yang dilihatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar